Skip to content

Flankspeed?

Kita semua pasti pernah pakai Wi-Fi kan? Bahkan banyak dari kita yang tidak bisa hidup tanpa Wi-Fi, even di pesawat sekalipun kita masih tanya ke pramugari “Password wi-fi nya apa ya?”

Tapi tau ga, Wi-Fi pernah lho hampir ga ada. At least ga seperti yang sekarang kita kenal sekarang.

Wi-fi resmi dirilis pada 15 September 1999. Bayangan kalian pasti acaranya meriah kan? Ada banyak penyanyi ikut meramaikan. Tapi pada kenyataanya hanya ada 8 orang teknofil yang gugup untuk segera melepas jaket mereka yang didalamnya ada kaos polo bertuliskan Wi-Fi, di depan 60 orang.

Ada 17 perusahaan yang memang hadir dan mendukung Wi-Fi, termasuk Apple, Dell, dan Nokia. Tapi antusias yang ada saat itu bagaikan di kuburan tengah malam. Mereka yang hadir ga menyangka bahwa Wi-fi memiliki dampak yang seperti bom atom di dunia ekonomi global, sosial, dan budaya.

Pada tahun 1999, dunia nirkabel seperti hutan belantara. Banyak perusahaan bisnis yang telah menggunakan jaringan Ethernet, menghubungkan komputer desktop di jaringan area lokal berkecepatan 10mbps. Sementara itu konsumen rumahan masih menggunakan modem dial-up 56Kbps yang bersuara seperti printer ketika terjadi koneksi. Produk untuk wireless local area network, atau WLAN memang ada yang memang diperuntukkan untuk bisnis. Tapi karena banyaknya perusahaan yang membuat solusi sendiri (proprietary) menjadi riskan untuk menggunakan solusinya itu karena cepat berkembang. Solusi yang digunakan sebagai standar pada saat itu adalah IEEE 802.11 (Institute of Electrical and Electronics Engineers). Namun bahkan produk wireless ini 5x lebih lambat dan lebih mahal daripada produk jaringan kabel mereka. Ditambah dengan perbedaan interpretasi tentang spesifikasi menjadikan banyak sekali “Standar Compliant” yang ga sepenuhnya kompatibel dengan “Standar Compliant” dari perusahaan lain. Konyol kan? Hal ini menjadikan banyak sekali perusahaan konsorsium untuk menjadi pionir dan menjatuhkan rivalnya.

HomeRF pada saat itu konsorsium terbesar di dunia nirkabel, teknologinya dikembangkan oleh Compaq, Hewlett-Packard, IBM, Intel dan Microsoft. Mereka menargetkan konsumen rumahan dan di backing lebih dari 80 perusahaan lainnya. Ga seperti 802.11, produk HomeRF mampu berkomunikasi satu dengan lainnya dan sangat murah dalam standar saat itu.Dan nama HomeRF lebih cantik dan gampang penyebutannya daripada IEEE 802.1 (ngetiknya aja bikin males). HomeRF juga memiliki rencana yang muluk untuk high speed nirkabel dan ekspansi ke pasar bisnis.

Akhir september generasi kedua dari standar IEEE, 802.11b berharap untuk mendapatkan support. Terjunlah 3Com yang saat itu merupakan perusahaan jaringan besar mem-backup teknologi ini dan berencana merilis pada akhir tahun 1999. Dengan waktu yang mepet 3Com membawa 5 penasehat IEEE dan mendirikan Wireless Ethernet Compatibility Alliance, disingkat WECA yang bertujuan untuk memastikan basis produk dan standar yang sama. Nama “Flankspeed” masuk kedalam proposal, namun pada akhirnya mereka mematenkan nama “wi-Fi” dan menjadikan standar “WI-Fi Certified” mendunia.

Lalu bagaimana dengan HomeRF. Teknologi HomeRF pada saat itu jauh dari Wi-Fi, bahkan chipmakers dan perusahaan komputer pun balik badan mendukung Wi-Fi seperti Intel dan Microsoft. Pada tahun 2000 hampir seluruh perkantoran dunia menggunakan Wi-Fi yang harganya lebih murah dan teknologi lebih maju dari HomeRF yang mengakibatkan tumbangnya HomeRF pada tahun 2003.

Kalau nama Wi-Fi tidak dipakai, dan mereka memilih nama FlankSpeed, hmmm. Lucu ya ketika temen kalian datang kerumah dan bertanya “Eh bro, bagi password FlankSpeed dong”. Wkwkwkwk

Berterima kasihlah karena kalian tidak bertemu dengan FlankSpeed

Published inTeknologi

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *